Halo Sobat Siucok! Kalau dengar kata “Eropa”, mungkin yang langsung terbayang di kepala kita adalah deretan negara maju dengan tata kota yang rapi, teknologi canggih, dan standar hidup yang super tinggi bak di negeri dongeng.
Padahal faktanya, nggak semua bagian dari benua terbesar kedua secara ekonomi ini seberuntung negara-negara di Eropa Barat; banyak negara di kawasan Timur dan Tenggara yang ternyata masih terseok-seok membangun perekonomian mereka karena bayang-bayang komunis era Soviet, minimnya sumber daya alam, hingga konflik sipil yang memilukan.
Biar wawasan kita makin luas dan nggak cuma tahu sisi mewahnya aja, yuk langsung kita bahas daftar peringkat negara termiskin di Eropa berdasarkan nilai PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita dan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) di artikel stories kali ini!
Kroasia
Kroasia memang sering jadi incaran turis berkat keindahan pantainya, tapi faktanya negara ini masuk ke dalam kelompok negara Uni Eropa dengan kekayaan yang terbilang rendah, tercatat dengan PDB per kapita $22.888 dan tingkat PPP di angka $40.740. Kondisi ekonominya sangat bergantung pada sektor pariwisata yang rentan mengalami fluktuasi musiman, sehingga daerah-daerah yang letaknya jauh dari pesisir pantai masih dihantui oleh tingginya angka pengangguran dan kemiskinan yang ujung-ujungnya ikut membebani laju pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Hungaria
Meskipun bukan yang paling miskin di daftar ini, penduduk Hungaria saat ini harus berjuang keras menghadapi kombinasi mematikan antara pendapatan yang rendah dan tingkat inflasi yang cukup tinggi, dengan PDB per kapita berada di kisaran $23.194 serta PPP sebesar $40.620. Mirisnya, sekitar sepertiga dari total populasi Hungaria mengaku kesulitan untuk sekadar menutupi biaya pengeluaran sehari-hari, dan diperkirakan sekitar 25 hingga 30 persen penduduknya secara resmi masuk ke dalam kategori masyarakat miskin.
Rumania
Rumania memang sudah berhasil merangkak naik dan keluar dari predikat paling bawah, namun negara dengan PDB per kapita $19.566 dan PPP $40.600 ini masih terjebak di kelompok berpendapatan rendah di antara sesama anggota Uni Eropa. Sejak berjuang melepaskan diri dari cengkeraman rezim komunis di era 1990-an, negara ini terus didera ketidakstabilan dan lambatnya proses reformasi, yang berimbas pada nasib sekitar 3,59 juta orang (atau satu dari lima penduduknya) yang dilaporkan masih berada di ambang batas risiko kemiskinan pada tahun 2024.
Latvia
Kalau dibandingkan dengan tetangganya di Eropa Barat dan Tengah, Latvia nyatanya masih tertinggal jauh dalam urusan pendapatan dan kemajuan ekonomi, di mana mereka hanya memiliki catatan PDB per kapita $24.529 dan PPP $39.260. Negara ini sudah babak belur dihajar berbagai krisis ekonomi dalam beberapa dekade terakhir yang sayangnya memutarbalikkan berbagai kemajuan pasca-runtuhnya Uni Soviet, sehingga sampai detik ini beberapa wilayah di bagian timurnya masih sangat akrab dengan masalah kemiskinan dan tingginya angka pengangguran.
Slovakia
Secara umum Slovakia memang tidak dicap sebagai negara miskin berkat PDB per kapitanya yang mencapai $25.719 dan PPP $36.840, namun faktanya ada ketimpangan sosial yang cukup mencolok terjadi di berbagai wilayah dalam negerinya. Sementara penduduk di wilayah barat Slovakia hidup dengan standar yang relatif makmur, masyarakat di wilayah timur dan selatan justru tertinggal sangat jauh, di mana diperkirakan sekitar 10 persen dari total penduduk Slovakia masih harus berjuang keras menghadapi ancaman risiko kemiskinan.
Yunani
Yunani telah melewati satu dekade terakhir dengan krisis finansial yang luar biasa berat, di mana negara cantik ini sempat tercekik oleh utang raksasa yang nilainya mencapai 158,3 persen dari total PDB-nya. Kondisi ekonomi yang memprihatinkan ini secara otomatis tecermin dari rendahnya pendapatan rata-rata penduduk dengan PDB per kapita $25.182 dan PPP $36.600, memicu ledakan jumlah tunawisma di masa lalu dan membuat sekitar 26 persen rakyatnya kini harus hidup berdampingan dengan ancaman kemiskinan.
Rusia
Menyandang status sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia rupanya tidak lantas membuat Rusia bebas dari masalah ketimpangan, karena faktanya kekayaan negara ini sebagian besar hanya berputar dan dinikmati di lingkaran elite oligarki saja. Ketidakadilan ekonomi ini menghasilkan PDB per kapita yang tergolong rendah yakni $14.284 dengan PPP sebesar $35.770, yang berujung pada realitas pahit di mana sekitar 14 persen penduduk Rusia, atau setara dengan 20 juta jiwa, masih harus merana bertahan hidup di bawah garis kemiskinan.
Montenegro
Punya pasar domestik yang ukurannya terlampau kecil ternyata sangat membatasi potensi ekonomi Montenegro, memaksanya duduk manis di jajaran negara termiskin di Eropa dengan PDB per kapita hanya sekitar $12.661 dan PPP $27.530. Nasib tenaga kerjanya pun tak kalah pelik karena rata-rata gaji bersih yang bisa dikantongi hanyalah sebesar $1.187 (jauh di bawah standar rata-rata Uni Eropa), apalagi roda perekonomian mereka sangat mengandalkan sektor pariwisata yang otomatis bikin lowongan pekerjaan langsung seret saat sedang tidak musim liburan.
Serbia
Meskipun angka PDB Serbia dilaporkan sudah sukses meroket hingga 50 persen dalam satu dekade terakhir, negara ini nyatanya masih belum bisa beranjak dari posisi ketujuh terbawah di Eropa dengan catatan PDB per kapita $12.240 dan PPP $22.720. Kondisi birokrasi yang berbelit-belit, budaya korupsi yang mengakar, minimnya peluang kerja profesional, serta standar gaji bulanan yang terlampau kecil akhirnya mendorong terjadinya eksodus besar-besaran, di mana banyak warga Serbia yang cerdas memilih pindah ke luar negeri demi peruntungan yang lebih baik.
Belarus
Belarus hingga kini masih langganan memegang predikat sebagai salah satu negara paling miskin di daratan Eropa, dengan catatan PDB per kapita yang hanya menyentuh angka $7.674 dan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) di kisaran $21.800. Akar masalahnya terletak pada dominasi perusahaan-perusahaan jadul milik negara yang menyumbang setengah dari PDB namun sangat tidak kompetitif di pasar global, sementara sektor swasta yang seharusnya bisa jadi motor inovasi justru dibiarkan kerdil dan terkekang oleh batasan politik yang ketat.
Bosnia dan Herzegovina
Bekas wilayah pecahan dari negara Yugoslavia ini masih belum bisa merdeka dari jerat kemiskinan di Eropa, tercatat hanya memiliki PDB per kapita sebesar $9.260 dan PPP di angka $20.220. Trauma dan kehancuran infrastruktur masif akibat Perang Bosnia di masa lalu rupanya meninggalkan efek domino yang luar biasa merusak bagi perekonomian nasional, menyisakan PR besar berupa tingginya persentase pemuda pengangguran (mencapai 28%) serta sekitar 16 persen penduduk yang terpaksa hidup dalam kondisi kemiskinan absolut.
Makedonia Utara
Menempati urutan keempat dari bawah, Makedonia Utara harus puas dengan perekonomian lesu yang menghasilkan PDB per kapita $8.751 dan PPP $19.290 akibat tidak adanya kekayaan sumber daya alam serta ketiadaan industri yang mampu menghasilkan margin tinggi. Alih-alih bangkit menciptakan inovasi, pertumbuhan ekonomi mereka justru semakin lumpuh dari tahun ke tahun karena banyak individu berpendidikan yang akhirnya memilih emigrasi gara-gara lelah menghadapi budaya korupsi, birokrasi yang kacau, dan tata kelola pemerintah yang inefisien.
Albania
Berada di posisi ketiga terbawah alias peringkat perunggu dari klasemen negara termiskin di Eropa, Albania mencatatkan PDB per kapita yang memprihatinkan di angka $9.176 dengan tingkat PPP sebesar $18.210. Negara ini ternyata masih belum sepenuhnya bangkit dari trauma krisis ekonomi dan kerusuhan sipil terburuk yang memorak-porandakan tatanan sosial pada dekade 1990-an silam, di mana luka lamanya masih sangat terasa hingga hari ini dan memaksa sekitar 17 persen dari total populasinya harus bertahan hidup di bawah garis kemiskinan.
Moldova
Sebagai runner-up alias negara termiskin kedua di Benua Biru, roda ekonomi di Moldova berputar sangat lambat dengan PDB per kapita yang hanya berkisar di angka $6.127 serta tingkat PPP sebesar $15.310. Kerasnya ujian kehidupan di negara ini tercermin dari kenyataan pahit bahwa sekitar 33 persen atau sepertiga dari total populasinya hidup merana di bawah garis kemiskinan, ditambah fakta menyedihkan bahwa rata-rata gaji bersih bulanan pekerja di sana adalah salah satu yang terendah di benua Eropa, yakni hanya berkisar di angka $885 per bulan.
Ukraina
Sayang sekali, predikat juara sebagai negara termiskin di Eropa saat ini harus disandang oleh Ukraina, yang mencatatkan rekor PDB per kapita paling rendah di angka $4.847 dan tingkat keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) yang hanya mencapai $13.360. Ekonomi negara ini sebenarnya sudah berjalan terseok-seok dan performanya selalu mengecewakan sejak runtuhnya Uni Soviet, namun situasinya kini benar-benar hancur lebur menjadi krisis kemanusiaan sejak invasi Rusia pecah pada tahun 2022, meluluhlantakkan infrastruktur kritis dan membuat pemulihan ekonominya berjalan teramat lambat.

