Halo kawan-kawan! Buat kamu yang sering ngikutin berita internasional atau isu Timur Tengah, pernah merhatiin nggak sih satu detail unik dari sosok Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei? Kalau diperhatikan baik-baik, beliau ini selalu menggunakan tangan kirinya buat segala macam aktivitas, mulai dari menulis, memegang mikrofon, sampai melambaikan tangan ke warganya.
Banyak yang ngira kalau beliau ini emang kidal bawaan lahir. Tapi ternyata, di balik kebiasaan pakai tangan kiri itu, ada sebuah sejarah tragis nan berdarah yang mengubah hidupnya secara permanen. Si Ucok udah rangkum ceritanya khusus buat kamu nih!
Tragedi Kelam 27 Juni 1981 di Teheran
Kejadiannya mundur puluhan tahun ke belakang, tepatnya pada 27 Juni 1981. Waktu itu, suhu politik di Iran lagi panas-panasnya pasca-Revolusi Iran. Khamenei yang saat itu masih aktif banget sebagai ulama dan tokoh politik muda, lagi ngisi ceramah santai di sebuah masjid di ibu kota Teheran.
Pas lagi asik-asiknya nyampein pesan di atas mimbar, tiba-tiba… Duaaarr!
Sebuah alat perekam suara (tape recorder) yang ditaruh orang tak dikenal di dekat podium tempatnya berdiri meledak hebat. Benda yang dikira cuma buat ngerekam ceramah itu ternyata udah dipasangi bom rakitan!
Luka Parah Hingga Tangan Kanan Lumpuh
Efek ledakan itu bener-bener fatal, kawan-kawan. Karena posisi bomnya ada di sebelah kanan, sisi kanan tubuh Khamenei kena hantaman paling parah.
Gara-gara insiden nahas itu, saraf di tangan kanannya mengalami kerusakan permanen yang bikin tangannya lumpuh dan nggak bisa berfungsi normal lagi sampai sekarang. Nggak cuma itu, efek ledakan juga bikin paru-paru dan pita suaranya ikut cedera lumayan parah.
Pantang Nyerah Terjun di Politik
Hebatnya, walau lolos dari maut dengan kondisi fisik yang nggak lagi sempurna, Khamenei sama sekali nggak mundur dari dunia politik. Sambil terus ngebiasain diri ngelakuin apa-apa pakai tangan kiri, beliau pelan-pelan bangkit dan karir politiknya malah makin meroket.
Puncaknya, delapan tahun setelah insiden pengeboman itu, tepatnya di tahun 1989, Ali Khamenei resmi diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini. Jabatan tertinggi dan paling berpengaruh di negara tersebut masih dipegangnya sampai hari ini.
Nah, itu dia sejarah di balik tangan kiri sang Pemimpin Tertinggi Iran. Dari kisah ini kita bisa lihat, kadang kejadian paling tragis sekalipun nggak bisa menghentikan langkah seseorang kalau emang mentalnya udah baja, ya!

