Pilihan Redaksi

Misteri Burung Nyasar: Beneran Lupa Arah Atau Jenius Cari Tempat Baru?

Burung Seychelles warbler hinggap di ranting kecil

Halo kawan-kawan! Pernah nggak sih kamu lagi jalan-jalan santai, eh tiba-tiba ngelihat hewan yang bentuk atau suaranya asing banget dan kayaknya nggak cocok ada di daerahmu?

Kejadian aneh ini beneran dialami sama sekelompok remaja pengamat burung di Pegunungan Huachuca, Arizona, Amerika Serikat pada tahun 2009 lalu. Pas lagi mendaki, mereka dengar suara kicauan lembut mirip seruling yang asing banget. Pas dicek pakai rekaman suara, ternyata itu adalah burung brown-backed solitaire.

Masalahnya, burung ini habitat aslinya ada di hutan pegunungan Meksiko dan Amerika Tengah! Jauh banget, kan? Kok bisa dia tiba-tiba nongkrong di Arizona? Penasaran? Sini Si Ucok bedah tuntas analisanya buat kamu!

Fenomena Burung “Vagrant”: Si Penjelajah yang Tersesat

Dalam dunia sains, burung yang tiba-tiba nongol di tempat yang salah alias jauh di luar wilayah aslinya ini disebut sebagai burung vagrant. Buat para pengamat burung, nemuin mereka ini rasanya kayak menang lotre alias nemu harta karun.

Tapi buat para ilmuwan kayak Benjamin Van Doren, fenomena ini justru memicu pertanyaan besar: Apakah burung-burung ini beneran buta arah, atau mereka ini sebenarnya lagi berevolusi dan ngubah jalur migrasi?

Untuk ngejawab rasa penasarannya sejak kejadian tahun 2009 itu, Van Doren dan tim ilmuwan gabungan sampai neliti Kepulauan Farallon. Pulau kecil berbatu yang jaraknya sekitar 48 kilometer dari San Francisco ini emang sering banget jadi “bandara darurat” buat burung-burung yang terbang keluar jalur pas musim migrasi.

Punya “GPS Alami” yang Terekam di Bulunya

Kamu pasti mikir, gimana caranya ilmuwan tahu dari mana burung nyasar ini berasal? Jawabannya ada di bulu mereka, kawan-kawan!

Setiap bulu burung itu ternyata nyimpen semacam “GPS alami”. Waktu si burung minum air di habitat aslinya, kandungan kimia unik dari air tersebut (namanya isotop hidrogen) bakal terserap dan “terkunci” selamanya di dalam bulu yang lagi tumbuh. Dari ngecek rasio kimia di bulu ini, peneliti bisa ngelacak asal daerah burung tersebut. Keren, kan?

Hasilnya lumayan bikin kaget. Dari enam spesies burung nyanyi (warbler) yang diteliti di Kepulauan Farallon, ternyata mereka berasal dari wilayah pinggiran barat hutan Kanada yang populasinya justru terbilang kecil. Ini matahin mitos kalau burung nyasar itu cuma kejadian acak dari kelompok burung yang jumlahnya membludak.

Bukan Kesasar, Tapi Pelopor Perubahan Iklim?

Terus, kenapa dong mereka milih arah yang salah?

Ada teori dari tahun 1970-an yang bilang kalau ini murni “eror” di kompas internal genetik mereka. Bayangin aja GPS smartphone kamu tiba-tiba error dan muter 180 derajat. Yang tadinya harus terbang ke tenggara, eh otaknya malah nyuruh terbang ke barat daya.

Tapi, temuan baru Van Doren bawa sudut pandang yang lebih keren. Berhubung bumi kita ini lagi ngalamin pemanasan global, wilayah yang dulu dingin dan nggak bisa ditinggali, sekarang mungkin jadi tempat yang enak buat cuci mata pas musim dingin.

Jadi, burung-burung vagrant ini bukan burung bodoh yang kesasar, kawan-kawan! Mereka justru bisa dibilang sebagai “pelopor” yang berani nyari habitat baru buat masa depan spesiesnya. Mereka adalah ujung tombak dari perubahan alam!


Sampai sekarang, ilmuwan emang masih terus neliti karena jadwal dan rute kemunculan burung vagrant ini nggak bisa ditebak sama sekali. Namanya juga alam, kadang misterinya pelan-pelan baru kebuka seiring berjalannya waktu.